Tingkat Bioakumulasi Logam Berat Pb (Timbal) Pada Jaringan Lunak Kerang Totok (Polymesoda erosa)

25 07 2008

Johan Danu Prasetya. K2D 002 268. Tingkat Bioakumulasi Logam Berat Pb (Timbal) Pada Jaringan Lunak Kerang Totok (Polymesoda erosa). Pembimbing: Dr. Ir. Ita Widowati, DEA dan Ir. Jusup Suprijanto, DEA.

Kerang Totok (P. erosa) merupakan salah satu sumber daya di Segara Anakan. Kerang ini hidup di ekosistem hutan mangrove dengan fluktuasi salinitas serta tingkat keasaman yang tinggi. Kerang ini dapat ditemukan di kab Mimika, Papua dan Segara Anakan, Kab Cilacap. Pemanfaatan kerang Totok sebagai bahan makanan alternatif yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, terancam dengan adanya pencemaran logam berat pada tempat hidupnya, yang pada akhirnya dapat membahayakan manusia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat bioakumulasi logam berat Pb (Timbal) pada jaringan lunak kerang Totok (P. erosa) dari Segara Anakan Kab Cilacap.
Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 04 September 2006-11 Oktober 2006 di Laboratorium Terpadu Jurusan Ilmu Kelautan Undip, Tembalang, Semarang. Analisis sedimen di Laboratorium Mekanika Tanah, Teknik Sipil, Undip. Analisis kandungan logam berat di Laboratorium Semarang Growth Centre. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Kerang dipelihara pada media air yang telah mengandung Pb (Timbal) dengan konsentrasi 1 ppm, 10 ppm, dan 20 ppm. Data yang diperoleh adalah biometri kerang, parameter air media, konsentrasi Pb pada air media, konsentrasi Pb pada jaringan lunak kerang. Metode analisis data menggunakan pola faktorial dengan 2 variabel prediktor yaitu waktu serta konsentrasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi awal sampel kerang adalah sebesar 0,0061 ppm, sedangkan konsentrasi Pb air dan sedimen yang diambil dari lokasi pengambilan sampel kerang, masing-masing sebesar <0,0001 ppm dan 11,228 ppm. Kandungan bahan organik pada stasiun 1, stasiun 2, dan stasiun 3 masing-masing sebesar 0,0739 gr, 0,0927 gr dan 0,0775 gr. Setelah kerang terpapar pada media air dengan konsentrasi Pb 1 ppm, 10 ppm, dan 20 ppm, didapatkan hasil, kerang mengalami kenaikan konsentrasi. Kenaikan rata-rata tertinggi didapatkan dari kerang pada media Pb 20 ppm yaitu 0,03269 ppm dan kenaikan rata-rata terendah didapatkan dari kerang pada media Pb 1 ppm yaitu 0,00483 ppm. Namun untuk kerang kontrol yang berada pada media air bebas Pb terjadi penurunan konsentrasi Pb dengan rata-rata penurunan sebesar 0,000575 ppm.

Kata kunci: Polymesoda erosa, bioakumulasi, konsentrasi, Pb

Kontak:
Johan Danu Prasetya, S.Kel.
email:


Actions

Information

5 responses

6 08 2008
Adimulyo

Mau tanya ada tidak literatur mengenai biokinetic model pada ikan demersal?

terima kasih

9 08 2008
Jurnal Kelautan

@ Adimulyo: hmm.. belum ada yg kirim artikel tentang biokinetic model pada ikan demersal boz.. thanx uda berkunjung ke Jurnal Kelautan.. 8)

17 09 2008
Frida

MAu nanya nih mas. Pada penelitian tersebut, jenis Pb apa yang digunakan?

17 09 2008
Jurnal Kelautan

@ Frida: Wah.. kurang tau mbak.. coba hubungi aja author-nya [danoe_84@yahoo.com]
Thanx uda mampir.. ;)

5 10 2009
wie

hmmm.. mw nanya,,
tw kdar pb yg trkndng di dlm ikan gg???

Leave a comment