Adhi Nugroho. K2D 001 227. Analisis spasial Daerah Rawan Tsunami di Kabupaten Jembrana Bali (Baskoro Rochaddi dan Hariadi)
Ismail (1982) dan Kertapi (1991) dalam Diposaptono dan Budiman (2005) telah menetapkan sekitar 89 daerah rawan tsunami yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah bagian selatan Pulau Bali. Berdasarkan hasil penelitian ITST (Internatioanal Tsunami Survey Team) pada saat gempa tahun 1994 run up tsunami tertinggi dipulau Bali terdapat di Kabupaten Jembrana yang mencapai 4.1 m. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat kerawanan tsunami di Kabupaten Jembrana dengan mengaplikasikan teknologi Sistem Informasi Geografis.
Metode analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah secara kualitatif dan kuantitatif. Metodologi yang digunakan meliputi tahap persiapan peta-peta dan data pendukungnya, penentuan parameter yang berpengaruh, analisis daerah rawan tsunami. Proses pemodelan melalui proses pembobotan dan skoring parameter yang berpengaruh kemudian ditumpangsusunkan untuk mendapatkan peta kerawanan. Melalui analisis dan permodelan SIG diperoleh peta rawan tsunami yang terdiri dari lima kelas. Kelas pertama adalah kelas sangat rawan, yaitu wilayah yang mempunyai total skor kerawanan < 168. Kelas kedua adalah kelas rawan, yaitu wilayah yang mempunyai total skor kerawanan 169 – 236. Kelas ketiga adalah kelas
agak rawan, yaitu wilayah yang mempunyai total skor kerawanan 237 – 304. Kelas keempat adalah kelas aman, yaitu wilayah yang mempunyai total skor kerawanan 305 – 372. Kelas kelima adalah kelas sangat aman, yaitu wilayah yang mempunyai total skor kerawanan 373 – 440. Desa di wilayah pesisir Kabupaten Jembrana yang memiliki tingkat kerawanan tinggi adalah Desa Candikesuma, Desa Gilimanuk, Desa Melaya, Desa Nusa sari, Desa Tuwed, Desa Air kuning, Desa Banyubiru, Desa Budeng, Desa Cupel, Desa Pengambengan, Desa Perancak, Desa Tegal bandeng barat, Desa Tegal bandeng timur, Desa Yeh kuning, Desa Delod berawah, Desa Penyaringan, Desa Yeh embang, Desa Yeh embang kangin, Desa Yeh embang kauh, Desa Gumrih, Desa Medewi, Desa Pangyangan, Desa Pekutatan, Desa Pengeragoan, dan Desa Yeh sumbul. Penggunaaan lahan di Kabupaten Jembrana yang berhubungan dengan aktivitas manusia yang terancam mengalami kerusakan akibat tsunami adalah pemukiman, kebun, ladang, sawah dan tambak.
Kata kunci: Analisis spasial, Rawan tsunami
Kontak:
Adhi Nugroho, S.Kel.
email: gluedux@yahoo.com
Y!: gluedux


Recent Comments