DWI ARI WIBOWO. K2D001265. Analisis Spasial Daerah Rawan Genangan Akibat Kenaikan Pasang Surut Air Laut (Rob) Di Kota Semarang (Pembimbing: Baskoro Rochaddi dan Sugeng Widada)
Dalam kurun waktu ± 25 tahun terakhir, kawasan pesisir Semarang sering terjadi banjir saat air laut pasang akibat naiknya muka laut tersebut. Banjir atau genangan yang dikenal dengan nama rob tersebut menggenangi daerah-daerah yang lebih rendah dari muka air laut saat pasang tertinggi (HHWL). Banyak opini muncul mengenai penyebab banjir rob tersebut. Salah satunya adalah kenaikan muka laut akibat global warming. Tetapi juga ada faktor lain yang menyebabkan genangan rob makin meluas. Penurunan permukaan tanah (land subsidence) juga mempunyai peran dalam perluasan genangan rob tersebut. Selain itu Semarang bawah juga merupakan muara dari beberapa sungai. Sungai-sungai tersebut umumnya landai sehingga kadang berperan sebagai jalur masuk (inlet) dari air laut ke daratan.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2005 sampai dengan Febuari 2006 di wilayah pesisir kota semarang. Pada tahap ini juga dilaksanakan survei lapangan untuk mendapatkan data mengenai titik sebaran rob. Tujuan dari penelitian ini adalah prediksi daerah yang tergenang rob sampai tahun 2015 akibat kenaikan muka laut, prediksi daerah rawan genangan rob sampai tahun 2015 akibat kenaikan muka laut dan penurunan permukaan tanah, dan analisa spasial kawasan pemukiman yang rawan genangan rob.
Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan model ketinggian atau Digital Elevation Model (DEM). Selanjutnya model (DEM) ini diberikan formula untuk skenario daerah yang akan terkena genangan rob sampai 10 tahun ke depan baik yang disebabkan kenaikan muka laut ataupaun akibat kenaikan muka laut dan penurunan permukaan tanah.
Luas genangan rob yang terjadi pada tahun 2015 akibat skenario I dengan pasang tertinggi sebesar 277.84 cm adalah 6662.634 ha dan luas genangan rob yang terjadi pada tahun 2015 akibat skenario II dengan pasang tertinggi diperkirakan 277.84 cm dan ditambah penurunan permukaan tanah sebesar 14.7 cm/tahun adalah 8527.78 ha. Luas kawasan terbangun atau pemukiman yang tergenang menurut skenario I adalah sebesar 2320.629 ha dan Luas kawasan terbangun atau pemukiman yang tergenang menurut scenario II adalah 3292.152 ha
Kata kunci: Analisa spasial, Rawan Genangan rob, Semarang
Kontak:
Dwi Ari Wibowo, S.Kel.
email: ree_slk@yahoo.com
Y!: ree_slk


mas, gw tertarik untuk dengan judulnya, saya mohon bantuan karena saya sudah tugas akhir
mas, klo bisa sharing informasi mengenai hal diatas
ini email gw aprizal_j@yahoo.co.id
@ aprizal: Wah, maap mas.. kami hanya menampilkan jurnal saja. Untuk selanjutnya bisa kontak langsung sama penulisnya. Terima kasih
Kontak:
Dwi Ari Wibowo, S.Kel.
email: ree_slk@yahoo.com
Y!: ree_slk